19 April 2011

Fakta Menarik Tentang Mark Zuckerberg (Pendiri Facebook)


1. The king of public is private in real life


Zuckerberg adalah penggemar ungkapan kalimat tersebut, dengan facebook, dia ingin membuat dunia menjadi lebih terbuka dan menjadi tempatnya kejujuran --dimana orang2 saling berbagi informasi detail tentang dirinya dengan dunia. Hal ini dapat diartikan ironis --kalo ngga bermuka dua-- dimana Zuckerberg sendiri menjaga beberapa privasi detail tentang dirinya di halaman facebook miliknya.

Dalam sebuah profile Zuckerberg akhir-akhir ini, Jose Antonio Vargas of The New Yorker menulis bahwa CEO dari the world's largest online social network ini adalah agak pemalu dan menjaga privasi.

"Dia tidak suka berbicara di press, dia sangat jarang melakukannya". Tulis Vargas. "dia juga tampaknya tidak senang untuk tampil di publik, dimana saat ini permintaan untuk itu semakin meningkat."

2. The interests he lists on Facebook are bizarre


Dari mulai Shakira sampe "ending desire," list kesukaan Zuckerberg di halaman facebooknya merupakan sesuatu yang tidak diharapkan atau jika tidak tampak aneh.

Didalam daftar kesukaannya dia menuliskan kata-kata ini: "Eliminating Desire, Minimalism, Making Things, Breaking Things, Information flow, Revolutions, Openness."

Musik favoritnya adalah Daft Punk and Lady Gaga.

3. He's a classics buff with an "imperial tendency"
Zuckerberg tumbuh dan dibesarkan di Dobbs Ferry, New York,dan lulus dari sekolah tinggi di Phillips Exeter Academy. Disana dia belajar Latin dan menjadi seorang oengemar classic. Di Harvard University, dimana dia sempat belajar selama 2 tahun sebelum dia dropp out untuk mengejar menyelesaikan Facebook, Zuckerberg dikenal sebagai pembaca saja2 kepahlawanan seperti "The Iliad,'" tulis Jessica Vascellaro di Wall Street Journal.

Zuckerberg juga membuat game dengan classical theme.

"Frogram pertama yang signifikan dia desain adalah sebuah game berdasarkan pada the living room classic Risk," ,Michael Grynbaum, kemuadian Harvard Crimson, ditulis di tahun 2004.


"Itu dipusatkan sekitar kekaisaran roma kuno", kata Zuckerberg dalam papernya saat itu. "Anda bermain melawan Julius Caesar. Dia baik, dan saya tidak pernah memenangkannya".

Seorang teman mengatakan di The New Yorker bahwa dia adalah seorang "imperial tendency." (aneh juga ya....waham kali ya :-))

4. 'Zuck' has at least a few nicknames

Teman2 dan rekan kerjanya memanggil dia dengan "Zuck." Facebook software engineer Andrew Bosworth (or "Boz") menyebutkan dalam rangkaian catatanya tentang seperti apakah bekerja dengan Zuckerberg. "Zuck expects debate ... Zuck isn't sentimental ... Zuck pushes people," dan seterusnya, tulisnya.

Tetapi Zuckerberg memiliki nickname2 yang lain juga. The Wall Street Journal mengatakan ibunya dia memanggilnya "Princely" ketika dia masih anak2. Ketika fia bergabung dengan the Alpha Epsilon Pi fraternity at Harvard, teman2nya memanggil dia dengan "Slayer," tulis Rebecca Davis O'Brien, yang saat itu sama2 dengan Zuckerberg di Harvard dan menulis sebagian dari dia di The Daily Beast.

5. The reason Facebook is blue: Zuckerberg is colorblind

Berdasarkan pada The New Yorker, Zuckerberg adalah seorang buta warna (untuk warna merah-hijau), yang artinya warna yang paling jelas dia lihat adalah biru. Ini juga tejadi pada warna yang mendominasi website Facebook dan aplikasi mobilenya.

"Biru adalah warna yang paling kaya buat saya" tutur dia dalam sebuah majalah. "Saya dapat melihat semua biru".

6. Money doesn't matter much to Zuckerberg

Zuckerberg tampaknya tidak terlalu peduli dengan uang. Satu bukti besar untuk hal itu adalah dia tidak menjual Facebook walaupun pernah ditawar dengan harga 1 Milyar Dollar.

Terry Semel, the former CEO of Yahoo! yang dilaporkan pernah menawari Zuckerberg dengan uang sejumlah itu, ungkap the New Yorker yang dia tidak pernah menemui orang yang menolak dengan tawaran 1 milyar dolar. "Dia [Zuckerberg] mengatakan, "It's not about the price. This is my baby, and I want to keep running it, I want to keep growing it,". Semel mengatakan , dalam percakapannya dengan Zuckerberg pada tahun 2006. "I couldn't believe it."