25 Maret 2011

APA YANG DIMAKSUD DENGAN WARNA? BAGAIMANA WARNA DIBUAT?


Beberapa detail memiliki tempat yang penting dalam pikiran-pikiran manusia dan hal itu tak akan pernah berubah. Mari kita mulai dengan pohon-pohon, yang sangat kita kenal. Kemungkinan besar, warna pohon-pohon itu hijau atau berbagai corak warna hijau. Kita juga tahu bahwa pada musim gugur, dedaunan berubah warna. Mirip dengan itu, langit berwarna biru, nuansa abu-abu saat mendung atau kuning dan merah saat matahari terbit dan terbenam. Warna-warna buah tak pernah berubah; buah aprikot dan buah cerry yang kaya dan beraneka warna telah tertentu warnanya, dan selalu kita kenal. Setiap makhluk hidup dan setiap objek yang dipegang dibawah cahaya memiliki warna. Perhatikan baik-baik berbagai benda di sekeliling anda. Apa yang anda lihat? Meja, kursi, pepohonan yang terlihat dari jendela, langit, dinding rumah, wajah-wajah orang lain disekeliling anda, buah yang anda makan, buku yang anda baca saat ini… Masing-masing mempunyai warna yang berbeda. Pernahkah anda pikir bagaimana seluruh warna-warni ini dibentuk dan ditata?

Mari secara umum kita teliti apa yang diperlukan untuk pembentukan warna-warni yang memainkan peranan penting dalam kehidupan (Hal-hal ini akan didiskusikan dengan detail kemudian). Untuk pembentukan sebuah warna, misalnya, merah atau hijau, setiap proses berikut ini harus terjadi dan, lebih penting lagi, harus benar urutannya.

1. Kondisi pertama yang diperlukan untuk pembentukan warna adalah adanya cahaya. Dalam hal ini, ada baiknya untuk mulai dengan memperhatikan sifat-sifat cahaya yang datang dari matahari. Untuk pembentukan warna-warna, cahaya yang datang dari matahari harus memiliki panjang gelombang tertentu untuk menghasilkan warna-warna. Bagian cahaya ini, yang dikenal sebagai "cahaya tampak", dibandingkan dengan semua cahaya lain yang dipancarkan oleh matahari adalah satu berbanding 1025. Ini hampir tak dapat dipercaya, hanya sebagian kecil sekali dari cahaya matahari yang diperlukan untuk pembentukan warna-warna mencapai bumi.

2. Sesungguhnya, sebagian besar sinar matahari yang disebarkan oleh matahari ke seluruh jagat raya mengandung beberapa karakteristik yang dapat merusak mata. Untuk itu, cahaya yang tiba ke bumi harus dalam suatu bentuk tertentu yang dapat dengan mudah dirasakan oleh mata dan tidak menyakitinya. Untuk itu, sinar-sinar ini harus melewati suatu penyaring. Penyaring raksasa ini adalah "atmosfir" yang meliputi bumi.

3. Cahaya yang melewati atmosfir tersebar di seluruh muka bumi, dan saat menumbuk objek-objek yang ditemuinya, cahaya ini dipantulkan. Objek-objek tempat jatuhnya cahaya harus merupakan jenis yang tidak menyerap cahaya tetapi memantulkannya. Dengan kata lain, kualitas struktur objek-objek harus juga selaras dengan cahaya yang mencapai bumi agar warna dapat terbentuk. Kondisi ini juga dipenuhi dan gelombang cahaya baru dipantulkan dari objek-objek tempat menumbuknya cahaya yang datang dari matahari.

4. Langkah pokok lain dalam proses pembentukan warna adalah perlunya indera yang dapat menerima gelombang cahaya, yang tidak lain adalah mata. Adalah hal yang sangat pokok bahwa gelombang cahaya juga selaras dengan organ-organ penglihatan.

5. Sinar yang datang dari matahari harus melewati lensa-lensa dan lapisan-lapisan mata dan kemudian diubah menjadi impuls-impuls syaraf di retina. Sinyal-sinyal ini kemudian harus diangkut ke pusat penglihatan pada otak, yang bertugas mengolah indera penglihatan.

6. Ada satu langkah terakhir yang harus dipenuhi agar kita dapat 'melihat' warna. Tahap akhir dalam pembentukan warna-warna adalah penafsiran sinyal-sinyal listrik, yang masuk ke pusat penglihatan otak, sebagai "warna" oleh sel-sel syaraf yang sangat khusus yang terdapat di sana.

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ? (Q.S. Qaaf: 6)

Seperti telah terlihat, untuk pembentukan sebuah warna, diperlukan suatu urutan proses-proses yang sangat detail dan saling tergantung satu sama lain.

Dari semua infomasi yang kita miliki tentang warna, terlihat bahwa setiap proses yang terjadi selama pembentukan warna diatur dalam suatu kesetimbangan yang rumit. Tanpa adanya kesetimbangan ini, tidak bisa tidak, kita akan berada dalam suatu dunia gelap yang kabur, bukannya ada dalam dunia penuh warna-warni yang jelas, dan bahkan mungkin akan kehilangan kemampuan untuk melihat. Anggaplah diantara hal-hal tersebut di atas, ada satu – sel-sel syaraf yang merasakan sinyal-sinyal listrik yang dibangkitkan oleh retina – tidak ada. Cahaya matahari menjadi berada di luar spektrum tampak, selain itu juga bagian-bagian mata yang lain tidak akan berfungsi secara utuh, dan juga keberadaan atmosfir tidaklah akan cukup dan dapat menggantikan kekurangan ini.

Peran Retina dalam Melihat

Marilah kita selidiki retina lebih dekat dan lebih detail. Anggaplah bahwa zat pewarna bernama "rhodopsin", yang bekerja pada retina, tidak ada. Rhodopsin adalah zat yang berhenti berfungsi saat cahaya terang benderang tetapi berfungsi kembali dalam kegelapan. Mata tak dapat melihat dengan jelas saat cahaya remang-remang kecuali jika sejumlah tertentu rhodopsin dihasilkan pada mata. Fungsi rhodopsin adalah untuk meningkatkan efisiensi dan dengannya mata membangkitkan impuls syaraf dari cahaya yang remang-remang. Zat ini dihasilkan sebanyak kebutuhan, tepat pada saat zat ini diperlukan. Saat kesetimbangan rhodopsin dapat terpelihara, citra-citra menjadi jelas. Apa yang akan terjadi jika rhodopsin, yang sangat berpengaruh dapat proses penglihatan, tidak ada? Jika hal itu terjadi, orang

Rod = batang

Bipolar cell = sel bipolar

Ganglion cell = sel ganglion

Cone = kerucut

The surface of the retina = permukaan retina

Sclera =

Lens = lensa

Cornea = kornea

Iris=selaput pelangi

Frontal cavity =

Pupil = pupil

First focusing at the cornea = Pemfokusan pertama pada kornea

Frontal cavity =

Vitreous chamber =

Centre regulated by lenses =

Image centred on macula = citra terpusat pada macula

Optic nerve = syaraf penglihatan

Sclera =

Blind spot =

Retina =

<Struktur umum lapisan retina dan bahan rhodopsin>

hanya mampu melihat dibawah cahaya terang.2 Dengan demikian terbukti bahwa ada sistem yang sempurna dalam mata, yang telah dirancang sampai dengan detail yang sekecil-kecilnya.

Lalu, karya seni siapakah sistem ini, yang menyelamatkan kita dari kegelapan dan menyajikan sebuah dunia penuh warna kepada kita?

Setiap tahap yang telah disebutkan sejauh ini meliputi suatu rangkaian proses-proses, yang memerlukan adanya kebijaksanaan, keinginan dan kekuasaan saat mereka diciptakan. Jelaslah bahwa tidak mungkin suatu rantai dari proses-proses yang hadir dalam keselarasan seperti ini terbentuk secara kebetulan. Juga tidaklah mungkin suatu sistem seperti ini terbentuk dengan berlalunya waktu. Hasilnya tak akan berubah sama sekali jika jutaan atau bahkan milyaran tahun dibiarkan berlalu. Sistem-sistem yang menghasilkan suatu dunia yang beraneka warna tidak akan pernah muncul secara kebetulan. Sistem-sistem sempurna seperti itu hanya dapat muncul sebagai hasil dari desain khusus, atau dengan kata lain mereka diciptakan. Allah memiliki cita rasa seni abadi dan kebijaksanaan yang meliputi seluruh jagat raya. Contoh-contoh dari cita rasa seni Ilahi dalam penciptaan yang tiada taranya tersebar di seluruh bagian jagat raya. Desain unik yang jelas terlihat dalam pembentukan warna pastilah juga hasil ciptaan Allah yang tak bersekutu. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia." (Al-Baqarah: 117)